UTOPIA - Dunia Tanpa Penderitaan dan Kekurangan
Utopia adalah sebuah
kehidupan sempurna yang di dambakan setiap manusia, Utopia adalah kehidupan
sempurna yang di dalamnya tidak ada kekurangan dan penderitaan, hanya ada
kelimpahan dan kebahagiaan yang mirip dengan sebuah surga yang ada di dunia. Utopia
adalah sebuah kehidupan yang di dambakan setiap manusia dari masa-kemasa, tapi
pertanyaan terbesarnya bisakah umat manusia mencapai kehidupan sempurna
(Utopis) ?
Sebelum penulis membahas Realitas Manusia Mengejar Kebahagiaan Utopis kita akan kembali ke
masalalu terlebih dahulu, karena taukah kalian terkadang sebuah kebenaran dan
kebijaksanaan baru benar-benar kita ketahui jika kita mengetahui awal dan akhir
sebuah kisah.
Sejak
masa-kemasa manusia selalu mengejar kebahagiaan, untuk mencapai kondisi itu ada
beberapa syarat kebutuhan manusia yang wajib terpenuhi ; mulai dari kebutuhan fisik,
keamanan, di cintai, diakui, hingga eksistensi.
Kebutuhan Dasar Manusia
·
Fisiologis
·
Rasa Aman
·
Sosial
·
Penghargaan
·
Aktualisasi
Jika salah satu kebutuhan dasar ini belum terpenuhi
maka akan sulit bagi manusia untuk menikmati kebahagiaan yang hakiki. Jadi
penulis akan memulai sejarah umat manusia dalam mengejar kebahagiaan belasan
ribu tahun yang lalu, dimana manusia harus berjuang dengan kebutuhan fisik.
Sejarah
Kehidupan Manusia dari Masa-kemasa
Di
masa lalu kehidupan manusia dan hewan hampir setara tetapi manusia belum bisa
memegang kendali ekosistem alam saat itu, dan terkadang hewan liar lebih
memegang kendali rantai makanan sebagai Attack
Predator karena ini adalah masa dimana kekuatanlah yang akan menang. Pada
masa ini dimana manusia harus siap siaga dari ancaman hewan buas karena manusia
pada saat itu hanyalah sebagian kecil dari ekosistem liar tersebut. Untuk makan
setiap hari manusia harus berburu yang terkadang justru manusia menjadi buruan
hewan buas yang lebih kuat. kondisi cuaca yang sangat dingin di penjuru dunia
dan dikala musim dingin tiba manusia harus mencari tempat tinggal di belahan
bumi lain jika tidak ingin mati membeku. Berjalan kaki kearah yang tidak jelas,
dengan resiko di serang hewan-hewan buas selama perjalanan, bukan hanya itu
manusia masih sangat primitif dimasa itu saling membunuh satu sama lain hanya
demi memiliki sesuatu yang mereka inginkan enath makanan, baju, atau anak
istri.
Jika seorang manusia
terluka karena tergores atau tertusuk benda tajam maka kemungkinan matinya
sangat besar karena tidak ada system pengobatan yang baik, begitu juga dengan
wanita yang melahirkan, Kematian dating silih berganti menjadi hal yang wajar
pada masa itu tidak berbeda dengan hewan-hewan dan tumbuhan yang mati setiap
harinya. setiap insan harus bertanggung jawab sendiri pada nyawanya
masing-masing, bagi mereka dapat makan hanya untuk hari esok saja sudah cukup.
Proses seleksi alam terjadi setiap saat sehingga kematian bisa mendatangi
mereka kapanpun dan dimanapun, itulah yang dihadapi nenek moyang kita dahulu
yang hanya berjuang untuk bertahan hidup supaya tidak mati kelaparan dan
mencari tempat aman untuk berlindung dari seleksi alam yang masih liar.
Tapi manusia adalah
makhluk cerdas yang mampu beradaptasi dengan beratnya kehidupan mereka di alam
liar, manusia berfikir untuk tidak hanya bertahan hidup akhirnya seiring
perubahan iklim yang semakin hangat di bumi, bertambahnya populasi dan factor
kesamaan nasib manusia mulai bersatu membentuk sebuah komunitas supaya lebih
kuat mempertahankan sepesiesnya di tengah alam liar.
Di masa ini manusia
mulai bercocok tanam dan berternak jika ingin makan setidaknya dengan kemajuan
peradaban yang mereka miliki, akhirnya manusia tidak lagi berhadapan dengan
hewan liar setiap harinya hanya untuk makan, tidak lagi berpindah tempat demi
menghindari udara dingin dan migrasi hewan buruan. Setidaknya dimasa ini kebutuhan
fisik (fisologis) sudah semakin membaik mulai dari makanan, tempat berteduh dan
pakaian yang layak. Tapi masalah baru muncul karena banyaknya populasi umat
manusia, semaikin banyak pemukiman dan kebudayaan yang berbeda-beda pula kini
manusia dihadapkan kepada masalah baru yakni perebutan wilayah dan kekuasaan.
sebuah pemukiman bisa di serang dan di habisi oleh manusia lain dari desa tetangga
kapanpun tanpa peringatan, Pembunuhan, pemerkosaan, dan jual beli manusia
menjadi pemandangan yang sering terjadi di masa itu karena belum ada hukum yang
mengatur bagi setiap wilayahnya. Akhirnya transformasi telah terjadi mulai dari
komunitas, desa, kota hingga semakin kuat menjadi kekaisaran. Akhirnya hukum
dan strata social mulai di buat untuk mengatur kehidupan manusia, dan
kepercayaan pada kepada para dewa mulai dijadikan alat untuk membuat para
manusia tunduk pada aturan dimasa itu. Khususnya para raja yang di anggap
mewakili tuhan sangat di takuti, jangan harap ada kebebasan pendapat jika tidak
ingin berakhir di tiang gantung.
Tapi berkat adanya
hukum dan kekuatan militer dari sebuah kekaisaran selama tunduk dan taat
setidaknya keamanan seluruh keluarga akan lebih terjamin, tapi karena semakin
besarnya kekaisaran satu dan yang lainya kini timbul masalah baru bagi umat
manusia yaitu Perang (War).
Manusia di masa ini
masih ada di tengah perang alih demi berebut sebuah kekuasaan, dimasa lalu
manusia harus sibuk bertahan hidup dengan hewan buas di alam liar, setelah
mereka bersatu mempertahankan sepesiesnya kini ketika manusia lebih punya kuasa
atas alam liar musuh selanjutnya adalah sepesiesnya sendiri.
Namun setelah runtuhnya
era kekaisaran tibalah manusia pada zaman yang system pemerintahnya hanya di
putuskan oleh majlis dewan gereja saja bukan lagi demokrasi parlemen seperti di
era kekaisaran romawi sehingga pada masa itu manusia kerisis dengan kebebasan
berfikir, berpolitik, dan bersosialisai karena peran dan doktrin agama yang
terlalu ketat membuat peradaban sulit untuk maju dan menganggap peran yang bersifat
duniawi tidak ada gunanya. System pemerintahan ini hanya bertahan 7 tahun saja,
dikarenakan wabah pandemi (Black Death) yang belum ditemukan obatnya.
Sehingga lahirlah era
baru yang menegdepankan resionalitas dan sekulersime kebebasan berfikir dan
berkreasi dalam bidang politik, ekonmomi, social dan budaya. Inilah titik balik
manusia yang di sebut juga The Age Of
Enlightment karena menghasilkan terobosan baru dibidang teknologi dan
menghasilkan para filusuf dan seniman besar mulai dari Galileo Galilei hingga Leonardo
da Vinci, ini masa dimana manusia mempunyai kebebasan berfikir dan berekspresi
dan sekaligus membawa manusia mempuyai pemenuhan kebutuhan bukan hanya jasmani
saja namun juga jiwani.
Tapi yang tidak pernah
berubah pada masa ini ialah harus hidup
dengan ancaman perang dengan negara satu dan negara lainya, bahkan lingkup
perang yang semakin mengkerucut yaitu dengan saudara di negaranya sendiri yang
mengkehendaki revolusi. Tentu saja di masa ini masih banyak prajurit yang mati
tidak bisa diselamatkan nyawanya jika tertusuk atau tergores di medan perang,
mati kesakitan karena belum ada anestesi
dan mati kena infeksi karena belum ada anti bioti, Begitu juga angka
kematian melahirkan yang masih tinggi karena di masa ini belum ada pengobatan
yang layak.
Seiring dengan
perkembangan teknologi dan ditemukanya vaksin, anastesi dan antibiotik. Ada
banyak manusia terselamatkan hidupnya berkat perkembangan teknologi di bidang
kesehatan di masa itu, akngka kematian mengecil dan angka kelahiran semakin
meledak sehingga disebut generasi baby boomer. Dengan semakin bertambahnya
jumblah popilasi manusia di bumi, kini manusia mempunyai masalah baru untuk
memenuhi kebutuhan hidup milyaran nyawa karena membutuhkan teknologi yang lebih
cepat dan lebih masif lagi sehingga lahirlah penemuan yang merevolusi sejarah
beradaban manusia yaitu mesin uap.
INDUSTRIAL
REVOLUTION ERA
Penemuan mesin
uap ini awal mula terjadinya revolusi industri besar-besaran di seluruh dunia,
system politik dan pemerintahan yang semakin maju, dan meningkatkan taraf hidup
manusia di masa ini meskipun melahirkan
system ekonomi kapitalisme modern. Dimasa ini juga untuk pertama kalinya
terjadi ketimpangan social sepanjang sejarah umat manusia antara kaum pengusaha
dan para buruh, kota yang sangat penuh dengan banyaknya manusia yang sebagian
besar adalah kaum buruh bergaji kecil tanpa tunjangan kesehatan yang layak dan
kurangya sanutasi menghiasi penjuru kota dimasa itu. Tenaga kerja buruh di
pekerjakan dan di peras oleh kaum kapitalis dengan kesenjangan yang sangat
parah, inilah era dimana manusia menjadi korban society dimana manusia hanya
untuk bekerja dan bertahan hidup hanya untuk mengikuti sebuah system baru
peradaban hingga lupa dengan essential kebahagiaan dan tujuan hidup karena
sudah masuk di dalam lingkaran baru kapitalisme. Mau gk mau setuju gk setuju
jika tidak mengikuti system ini ya gk bias hidup.
Tetapi ada irony baru ;
kehidupan manusia sebenernya udah semakin layak di banding dengan
peradaban-peradaban sebelumnya, tetapi karena hidup baru yang semakin nyaman
manusia mempunyai lebih banyak keinginan dalam hidupnya yang justru semakin
menjauh dari essential kebahagiaan yang mereka cari. Ini membuktikan bahwa
manusia tidak pernah merasa puas mengejar kebahagiaan dari masa ke masa sebaik
apapun kondisi hidupnya.
ABAD
20 (Tahun 1914)
Masuk kea bad-20
justru lebih parah lagi pada pertengahan 1914 terjadi perang terbesar sepanjang
sejarah dunia yaitu perang dunia I yang memakan korban hingga 40 juta jiwa,
perang berakhir selama 4 tahun dan berakhir pada tahun 1918. Warga dunia
bersorak sorai dan menmbangun kembali peradaban di tengah duka yang masih
menganga, namun sayangya keberuntungan tidak berpihak pada manusia di era ini,
karena masih di awal tahun 1918 dunia disambut dengan sebuah virus pandemi ke 2
sepanjang sejarah peradaban dunia yaitu Spanish flu, Virus influenza yang belum
ditemukan vaksinya saat itu menginfeksi sebesar 500 juta penduduk bumi Dari
total penduduk bumi yang saat itu berjumblah 1,8 milyar manusia saja. pandemic
yang sangat parah menjangkiti hamper 30% dari total populasi bumi dan memakan
korban dengan mencapai estimasi 100 juta jiwa. Coba bayangkan betapa susahnya
kehidupan di masa itu menghadapi dua tragedy terbesar sepanjang sejarah di
tahun yang sama selama 6 tahun lamanya Spanish flu dan perang dunia I.
Pandemi
akhirnya berakhir pada tahun 1930 namun beberapa tahun setelahnya manusia masih
menghadapi krisis ekonomi dunia yang lagi-lagi terbesar sepanjang sejarah dunia
yaitu great recession yang menghancurkan GDP dunia hingga 15%, yang tentu saja
mengguncang perekonomian dunia. mengingat great recession pada tahun 2008 lalu
saja sudah mengguncang pasar saham dunia meskipun hanya menurunkan GDP dunia
hanya 1% saja.
Berkat
great recession ini banyak sekali orang kaya yang jatuh miskin, kasus bunuh
diri dimana-mana, para pegawai banyak kehilangan pekerjaanya, hingga mengalami
kenaikan tingkat pengangguran mencapai 30%
di banyak negara di seluruh dunia. benar-benar goncangan yang sangat
dahsyat hingga terjadi keos di mana-mana dan merubah kehidupan manusia di saat
itu, great recession ini punya dampak panjang hingga 10 tahun. Mereka mulai
bernafas lega dan mulai menyusun harapan baru namun na’as di tahun yang sama
1939 mengalami tragedi yang jauh lebih
dasyat dalam sejarah umat manusia yaitu perang dunia ke II ,yang banyak memakan
korban hingga 75 juta jiwa yang berlangsung selama 6 tahun.
Namun
selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa, para manusia di dunia mulai
tersadar bahwa perang dan wabah sudah meluluhlantahkan peradaban manusia jika
mereka semua tidak bias bersatu, ternyata saling menghancurkan bukanlah cara
yang benar di system dunia yang saling terikat satu sama lain.
“ Itulah kita yang terkadang hanya mau mendengar
dalam kondisi sepinya sebuah keputus asaan, bukan dalam kondisi riuh yang penuh
gejolak”.
Terbentuknya
United Nations
Tragedi-teragedi
terbesar di awal abad 20 ini membuat banyak bangsa belajar bahwa jika mereka
tidak bersatu maka seluruh dunialah menjadi korbanya, maka seluruh bangsa
bersepakat mendirikan United Nations atau di sebut PBB di tahun 1945. begitu
juga dengan pandemic di awal abad 20 membuat mereka belajar dari kesalahan dan
mendirikan WHO di tahun 1948, Kemudian karena industrialisasi yang semakin
massif secara gelobal oleh kepentingan para kapitalis. jika masing-masing para
indutri ini tidak di control dan duduk bersama maka tidak ada yang memegang
kendali jalanya peradaban baru bumi di masa mendatang, oleh sebab itu di
dirikan pula sebuah organisasi internasional yaitu Word Economic Forum di tahun
1971. berkat control dari organisasi inilah peperangan, kesehatan, ekonomi,
hingga industry yang terjadi di dunia kita saat ini bisa di kendalikan
dampaknya jika dibandingkan di era-era masa lalu hanya karena pecahnya
persatuan di seluruh dunia. Begitu juga dengan hak asasi manusia yang kita
miliki saat ini juga berkat deklarasi dari PBB setelah terjadinya perang dunia
ke II yang sangat tidak mencerminkan kehidupan di masa itu, Untuk pertama
kalinya sepanjang sejarah peradaban dunia mulai sepakat setelah di ambang
kehancuran.
Umat
manusia saat ini mulai berani menggapai apa yang tidak bisa di capai para
pendahulu mereka yaitu harapan akan masa depan yang lebih baik dimana kita
tidak lagi harus berjuang hidup dan mati demi merebutkan sesuap makanan, dimana
kita bisa tidur di malam hari tanpa hawatir bahaya seperti pejuang-pejuang di
masa lalu, dimana kita saat ini sudah punya kebebasan untuk menyampaikan
sesuatu yang kita yakini, semua kenyamanan dan keamanan yang kita miliki saat
ini adalah perjuangan dari generasi-generasi manusia pendahulu kita sehingga
manusia dimasa kini punya fondasi yang kuat untuk terus hidup. Dan di era kita
saat ini kita lebih berfokus kepada kebutuhan dasar manusia yaitu Aktualisasi,
Tapi meskipun saat ini seluruh kebutuhan manusia sudah punya fondasi yang jauh
lebih kuat kenyataanya masih sangat jauh kepada kehidupan utopia. Masih belum
ada kesetaraan di dunia ini, masih banyak kelaparan di dunia ini, kesehatan,
pendidikan dan ekopnomi yang masih sangat timpang, Angka kematian tinggi karena
masih banyak penyakit yang belum di temikan obatnya. kebebasan berpendapat
masih tidak adil bagi kaum minoritas, masih terjadi perang di berbagai sudut
dunia, system kapitalis korup warisan era industrialisasi yang masih belum
berpihak kepada rakyat kecil dan isu paling berbahaya bagi kelangsungan perdaban
manusia adalah Global Worming. Yang artinya pengejaran kebahagiaan utopis dari
umat manusia masih belum berakhir di era kita sekarang ini, karena manusia dari
masa kemasa selalu mendambakan kehidupan utopis yang ideal dimana tidak ada
lagi keraparan, penderitaan, ketidak pastian, ketidak efisenan bahkan mungkin
ketidak abadian. Maka dari itu manusia harus berkembang lagi untuk mencapai itu
semua dengan bantuan teknologi, jadi kita akan lanjutkan pembahasan ini menuju
masa depan.
MASA
DEPAN
Kita akan mulai dari
bagaimana Word Economic Forum sudah membuat sekenario besar untuk mereset
peradaban dunia kita saat ini, berkat momentum pademi melalui The Great Reset
yang di adakan bulan juli tahun 2020 lalu, ini adalah organisasi non
pemerintahan yang sama dengan yang pernah menggagas konsep revolusi industry 4
lalu (The Fourth Industrial Revolution) yang berisi orang-orang dan
perusahan-perusahaan yang berpengaruh menjalankan perekonomian dunia, atau
lebih sederhanaya para kapitalis yang menjalankan roda peradaban dari dunia
ini. Meskipun di artikel ini penulis tidak terlalu melenceng untuk membahas
konsfirasi yang ada di baliknya, yang jelas setuju gk setuju peradaban kita
akan selalu di tentukan oleh para pemimpin negara adi kuasa dan para kapitalis
dunia yang sudah berencana untuk meriset segala sector di dunia mulai dari
ekonomi, social, geopolitik, lingkungan, teknologi, bisnis, industry dan yang
terakhir adalah individual riset. Yang akan mengatur ulang bagaimana dunia baru
kita ini lebih cepat beradaptasi dengan teknologi yang lebih ramah dengan alam
karea ancaman berikutnya yang lebih parah dari pandemic saat ini yaitu gelobal
worming, yang akan mengubah iklim dunia secara massif selama beberapa tahun
mendatang. Dan system kapitalis yang lebih bersentris kepada kemanusiaan bukan
hanya mementingkan para pemegang kekuasaan saja yang pada akhirnya
menghancurkan masa depan dari generasi anak cucu kita nanti.
Masa
depan pangan dunia yang lebih maju menggunakan biotechnology dimana dapat
mengantisipasi gagal panen karena kondisi iklim yang semaikn tidak bersahabat,
system perekonomian yang lebih terbuka dan transfaran melalui Technology
Blockchain yang mungkin akan mengurangi system korup karena keterbukaanya
dengan lebih terbukanya system pemerintahan baru yang lebih transfaran akan
memberikan kesetaraan baru dan keadilan bagi setiap rakyat yang membutuhkan.
peraturan baru di dunia digital dimana setiap manusia yang masuk era industry 4
memerlukan sebuah digital id sehingga siapapun yang bermanufer di dunia maya tidak
lagi anonym sehingga akan jauh mengurangi tingkat kriminalitas, dengan digital
id ini diharapkan penyaluran kebutuhan bagi setiap rakyat akan jauh lebih
terkonsentrat dan tidak lagi salah sasaran, kususnya dengan system digital
economy juga yang mana akan dapat digunakan untuk hidup diseluruh dunia.
Peraturan-peraturan baru bagi para korporasi dunia mengenai industrialisasi
yang tidak menyensarakan society dan merugikan iklim dunia dengan energy-energi
terbarukan (Renewable Energy). begitu juga dengan pemerataan pendidikan bagi
warga negara dunia melalui teknologi informasi di era 5G yang semakin cepat dan
massif.
Situasi
pandemic saat ini akan di manfaatkan sebagai titik balik untuk mereset
kebobrokan system pemerintah dan kapitalisme yang merusak dunia kita selama
ratusan tahun terakhir demi menyongsong era peradaban baru yang lebih humanis
dan berpihak kepada alam, yang harapanya akan kita rasakan dampaknya pada tahun
2050 mendatang. Jika memang umat manusia bersatu untuk duduk bersama demi satu
tujuan yang sama. Karena perpecahan adu kekuatan dan perebutan kekuasaan selalu
menjadi tabiat manusia sejak zaman dahulu ketika kondisi mereka dalam keadaan
baik, sehingga manusia terlena selama ratusan tahun ini hanya peduli memuaskan
kepentingan dan egonya masing-masing. Pura-pura tidak mendengar bahwa bumi ini
terus menangis yang sebentar lagi hampr murka, Jadi untuk saat ini kita anggap
saja sekenario global wormoing yang akan mengancam peradaban umat manusia ini
berhasil menjadi titik balik untuk menyatukan umat manusia yang mirip dengan
sekenario yang terjadi paska perang dunia lalu. Maka mungkin umat manusia punya
harapan dan tidak berakhir dalam sekenario disktopia karena proses seleksi alam
yang bisa meriset teknologi kita kezaman busur dan panah lagi, yang artinya
kita akan terus melaju ketahapan utopia di beberapa abad selanjutnya. namun
sebagai catatan yang harus di garis bawahi secara tebal; bahwa sekenario utopia ini
hanya bisa tercapai jika umat manusia bersepakat demi satu tujuan yang sama,
tidak ada perbedaan status social, ekonomi, budaya, bahkan mungkin agama.
Karena tanpa adanya kesetaraan dan tujuan yang sama jangan pernah berharap
kondisi utopis itu terjadi dimasa hidup umat manusia.
setelah itu yang
mungkin lebih ironis system pemerintahanya tidak lagi harus dijalankan oleh
kepentingan manusia lagi, melainkan di percayakan kepada system A.I Govermance System yang telah
disepakati bersama demi mengatur system peradaban baru yang di program
berdasarkan asas humanisme (Basis Of Humanity) yang berpegang pada
prinsip-prinsip yang ada pada alam semesta ini. yang telah terbukti berjalan
dan harmonis dengan baik bahkan selama
jutaan tahun terakhir yang mempertegas pesan bahwa tanpa adanya manusia bumi
ini akan tetap baik baik saja.
“Itulah perbedaan system manusia dan tuhan
antara fana dan abadi, karena sejarah panjang umat manusia terbukti tidak
pernah berhasil mengelola dunia ini sejak manusia memegang peradaban dunia dan
selalu berakhir pada kehancuran satu sama lain meskipun kita sudah menjalani
berbagai jenis system mulai dari kekaisaran, sosialis, liberal, bahkan
demokrasi”. selama kehendak bebas manusia yang abstrak dengan ego dan keinginan
yang menjadi pusat kendalinya yang selalu di penuhi dengan otoriterianisme
premasi kekuasaan maupun dinasti politik maka pada masa itu sepertinya sebuah
system pemerintahan yang dijalankan A.I jauh lebih relevan karena tidak
memiliki motovasi, tidak memihak, dan adil bahkan bagi setiap makhluk di bumi
ini, Namun dimasa seluruh umat manusia ini sepakat untuk bersatu maka akan
menandai sebuah era baru yang sangat menerikan.
ERA
BARU (UTOPIA)
Di
era ini teknologi menydeiakan segalanya bagi kebutuhan umat manusia berkat Nuclear Fusion yang memberikan energy
tanpa batas bagi siapapun yang membutuhkan secara gratis, karena dimasa ini
energy dapat di produksi dengan sangat mudah murah dan mungkin unlimited. Hanya
karena energy gratis ini saja maka seluruh hal yang ada di dunia utopia ini akan
tersedia secara gratis juga, apalagi tempat ini telah dikendalikan seluruhnya
oleh A.I dan Robotic yang secara otomatis meyediakan kebutuhan dasar umat
manusia muali dari makanan, kesehatan, tempat tinggal yang layak, bahkan
hiburan. Karena semuanya mudah di dapatkan maka manusia mulai tidak mempunyai
pikiran untuk berbuat jahat lagi dan setiap manusia hamper tidak lagi bekerja
untuk mendapatkan apa yang di inginkanya, karean semuanya telah tersedia dengan
sangat-sangat mudah dengan bantuan teknologi.
A.I dengan basis
quantum yang maha canggih (Advanced Quantum Compunting) yang dapat menjalankan
seluruh system yang berada di dunia utopia ini mulai dari perekonomian,
transfortasi, kebutuhan social, bisnis, maupun industry dengan sangat adil. Ini
adalah masa dimana setiap manusia di anggap setara esistensinya dan hanya
berfokus mengejar mimpinya dan fantasinya masing-masing. A.I ini menyimpan data
base seluruh umat manusia maupun setiap benda yang ada di dunia yang dapat
terkoneksi dengan pikiran manusia dan semua benda indictable yang mampu memahami
semua kebutuhan bahkan kegudahan oleh umat manusia, dan segera menyediakan
solusi baginya secara instan. Sehingga manusia tidak mengalami kesusahan dan
penderitaan. pengobatan yang sangat maju berkat Nano Teknologi sehingga sel kangker tidak lagi menjadi ancaman,
bahkan sebelumnya manusia yang terlahir dengan sel kangkerpun dapat di
modifikasi genetika seperti baru lagi berkat bantuan dari teknologi Future Crisper yang jauh lebih advance
di masa depan. begitu juga dengan modifikasi genetika fisik mulai dari kelamin,
wajah, warna rambut dan postur tubuh. Sehingga manusia bisa memiliki kondisi
fisik yang sesuai dengan yang mereka inginkan sendiri. gk perlu iri dan dengki
kepada manusia lain demi hanaya ingin mendapatkan eksistensi diri yang layak
dipandang masyarakat karena kini semuanya setara. Teknologi regenerasi sel
super canggih yang memungkinkan kita hidup dalam kondisi tetap muda, yang akan
membuat hidup dan mati hanyalah sebuah opsi, Tidak ada lagi kematian karena
penyakit dan melahirkan, karena di masa ini memungkinkan untuk melahirkan bayi
di luar Rahim ibunya. dan semua nutrisi telah di sediakan oleh teknologi mulai
dari embio hingga menjadi manusia yang utuh, yang tentunya sudah dimodifikasi
secara genetika sehingga tidak ada lagi cacat lahir atau cacat fisik.
Di
dunia utopia ini para manusia hanya sibuk mengejar mimpi dan imajinasi yang
belum pernah mereka rasakan, namun sensai ini lagi-lagi dengan sangat mudah
mereka dapatkan karena semakin canggih teknologi nairosains yang memungkinkan
manusia merasakan sesnasi apapun yang di inginkan dalam hidupnya cukup dengan
mengkonsumsi sebuah zat yang akan bekerja di bawah alam bawah sadarnya. mereka
akan merasakan sensasi sepenuhnya tanpa melalui tahap proses yang panjang
misalnya sensasi sebuah puncak kesehatan, populeritas, sensasi jatuh cinta dan
berhubungan dengan orang yang paling kamu dambakan bahkan sensani menjadi
makhluk apapun yang ada di dunia ini yang batasanya sejauh imajinasi yang bisa
kita pikirkan sehingga mirip dengan sebuah konsep surga diama kita tidak lagi
dpat di atur oleh segala keterbatasan fisik, bahkan dengan kemajuan quantum
fisika di masa itu manusia mungkin akan mampu memecah dan memanipulasi gluprin
dari sebuah atom sehingga mereka mampu menjadi matadit baru di semesta ini yang
akan membuat manusia tidak lagi terpenjara dari hukum-hukum fisik yang membuat
mereka mampu membuat hukum-hukum baru versi mereka sendiri hingga akhirsnya
sanggup menulis ulang takdir baru kehidupan mulai dari alva hingga omega.
“Tapi
benarkah manusia-manusia yang berada di fase ini telah mencapai puncak
kebahagiaan dan menemukan arti hidupan ?”
“Katika
bahkan mereka tidak lagi mendambakan sebuah harapan dalam kondisi yang tanpa
cela itu, ketika mereka tidak lagi tahu apa yang mereka inginkan disaat dengan
mudahnya segala keinginan itu terpenuhi.”
Ketika
Manusia Mencapai Tahap Sempurna
teknologi dicptakan awalnya untuk mempermudah
hidup dan efisensi dengan cara mempercepat atau menggantikan sebuah proses,
namun ketika seluruh proses itu di ambil alih olehnya hingga tidak ada lagi
yang tersisa bagi manusia maka tidak ada yang lebih mengerikan di banding
seorang manusia yang selalu mendapatkan apa saja yang terbesit di dalam
pikiranya dengan begitu mudah. ketika mereka tidak lagi tau apa yang mereka
inginkan karena dengan mudahnya keingianan mereka terpenuhi maka segalanya
tidak lagi memiliki sebuah value, karena sebuah value itu muncul berkat adanya
sebuah proses, semakin sulit prosesnya maka semakin tinggi valuenya, semakin
terbatas sebuah hal maka semakin berharga hal itu. Bahkan mungkin mereka tidak
lagi mengerti apa itu harapan dikondisi tanpa celah itu, karena bagaimana mungkin seseorang memiliki
harapan jika segalanya ada dalam kendalinya. Semuanya terukur, teratur, tidak
ada sponitas, tidak ada lagi kejutan dan tidak ada lagi sebuah rasa takut. Dan
ketika sebuah harapan dan keinginan tidak lagi ada maka yang terasa hanyalah
sebuah kekosongan yang justru lebih mengerikan dibanding mengalami sebuah
proses panjang yang menyakitkan namun tetap memiliki sebuah harapan. karena
pada dasarnya itulah yang mampu membuat manusia tetap hidup, Sebuah harapan dan
keinginan yang sulit kita kejarlah yang memberikan kita tujuan hidup yang
mungkin pada akhirnya akan membuat mereka iri dengan kehidupan- kehidupan manusia
di masalalu yang penuh dengan emosi dan harapan meskipun mereka mancapai tahap
sempurna.
Mungkin
mereka tidak bisa merasakan betapa bahagia dan nikmatnya sebuah makanan yang di
dapatkan hasil jeri lelah berhari-hari, mungkin mereka tidak lagi harus
melewati proses-proses persalian dan menyakitkan selama 9 bulan tapi mereka tidak
tau betapa bahagianya perasaan seorang ibu saat pertamakali melihat kedalaman
mata bayinya sesaat melahirkan, mungkin mereka tidak pernah merasakn penyakit
di tubuhnya yang sempurna sejak lahir tapi mereka tidak tau betapa bahagianya
seorang anak buta sejak lahir yang dapat melihat untuk pertama kalinya. mungkin
mereka punya keluarga sempurna yang tidak pernah berkekurangan tapi mereka
tidak tau perasaan bahagia seorang ayah yang melihat anak dan istrinya tertawa
lepas di saat sedang makan bersama meskipun dia harus mengambil dua pekerjaan
sekaligus di siang dan malam hari, mungkin mereka bisa hidup dalam masa muda
selama yang mereka inginkan tetapi mereka tidak pernah tau setiap momen dalam
hidup itu jauh lebih berarti di umur kita yang pendek dan penuh ketidak tahuan
akan hari esok.
“Coba kalian rasakan indahkan ?...Emosi yang kalian
rasakan saat ini adalah anugrah dari sebenarnya “
Manusia
di masa lalu mendambakan kehidupan utopis di masa depan dan manusia masa depan
merasa iri dengan kehidupan manusia di masa lalu, jadi kapan pencarian
kebahagiaan ini akan menemukan sebuah akhir ?. jika ternyata ketidak tahuanmu
mengenai hari esoklah yang membuat esok hari lebih menarik untuk kita jalani.
ketidak nyamananmu saat inilah yang membuatmu tetap termotivasi, penderitaan
yang masih kamu rsakanlah yang membuat kebahagiaanmu jauh lebih berarti, dan
umurmu yang terbatas inilah yang ternyata membuatmu lebih punya prioritas
supaya setiap momen dalam hidupmu menjadi jauh lebih berharga.
Bersyukurlah..,
karena sebenarnya segala ketidak sempurnaan yang ada di hidupmu saat inilah
yang ternyata menyempurnakan hidupmu.
Dan
kabar baiknya setelah kamu semua ini kamu gk perlu lagi ngejalani seratus kali
kehidupan hanya untu tau bahwa mulai sekarang juga kamu bisa bahagia.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Tapi
karena tabi’at manusia yang tidak pernah merasa cukup dan merasa mampu
melakukan segalanya supaya membuat mereka tetap merasa hidup dan memiliki
tujuan mungkin mereka akan menciptakan sedikit tujuan-tujuan hidup baru
misalnya dengan membuat ekosistem di tempat yang benar-benar baru dimana
kebahagiaan itu masih dapat di perjuangkan dengan sebuah harapan dan
penderitaan. Dengan manusia-manusia baru polos, putih salju, tanpa pengetahuan
dari awal lagi diamana kebahagiaan tidak bisa di gapai dengan kondisi yang
penuh kekurangan, tapi juga tidak dapat digapai meskipun dalam kondisi sempurna
yang berkelimpahan, namun kebahagiaan
hanya ada dalam kondisi yang cukup dan bersyukur sehingga
manusia-manusia baru ini dapat memberikan sebuah ketulusan cinta pada
penciptanya karena hanya itulah satu-satunya hal yang tidak dapat di buat oleh
mereka, tapi kali ini mereka menjaga dan memastikan semua pengetahuan itu baik
untuk di konsumsi karena seseorang yang berada dalam kondisi tau tidak pernah
bisa kembali lagi ke dalam kondisi tidak tah, sehingga tidak perlu lagi
mengulang kesalahan dan kembali berakhir pada kondisi utopia patadox.






Bersyukur dan tetap semangat
BalasHapus